selamat datang di WEBSITE KPU KABUPATEN TOLITOLI provinsi sulawesi tengah   Click to listen highlighted text! selamat datang di WEBSITE KPU KABUPATEN TOLITOLI provinsi sulawesi tengah
Home / opini / Perempuan Harus Terlibat Dalam Proses Politik

Perempuan Harus Terlibat Dalam Proses Politik

oleh: Siti Nurhayati

Divisi Hukum Dan Pengawasan KPU Kabupaten Magelang

Proses Demokrasi di Indonesia hingga saat ini sudah berjalan dengan baik, salah satu indikatornya adalah pemilihan umum yang berjalan dengan aman dan damai serta tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi.

Di Kabupaten Magelang sendiri pemilu berjalan sukses dengan tingkat partisipasi pemilih selalu mengalami peningkatan. Tercatat pada Pemilu 2014 tingkat partisipasi pemilih pada pemilu legislatif sebesar 82,68 persen sementara untuk pemilu presiden 79,54 persen. Keduanya meningkat pada Pemilu Serentak 2019 dimana tingkat partisipasi sebesar 85,96 persen.

Pada Pemilu 2019 juga jumlah pemilih perempuan di Kabupaten Magelang tercatat cukup tinggi sebanyak 496.567 orang. Adapun pemilih laki-laki sebanyak  492.312orang. Persentase pemilih perempuan 50,21 persen ini menandakan bahwa di Kabupaten Magelang jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada pemilih laki-laki.

Abraham Lincoln mengatakan bahwa demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Berbicara tentang rakyat tentu tidak terlepas dari kelompok laki-laki dan perempuan. Perempuan sebagai warga negara berhak untuk dipilih dan memilih, namun realitanya menunjukkan perempuan masih berada di posisi sebagai pendulang suara dalam setiap proses pemilihan umum. Bahkan hanya dijadikan objek untuk kepentingan partai politik sebagai pendulang suara terbesar.

Perempuan masih belum memiliki kesadaran bagaimana harus memilih dan bagaimana memilih pemimpin yang baik yaitu memilih pemimpin yang mempunyai kepekaan terhadap isu-isu keperempuanan seperti masalah angka kematian ibu dan anak, stunting, pemberian ASI eksklusif, kesehatan reproduksi perempuan, anak dan gizi serta isu lainnya.

Dari hal-hal tersebut diatas sudah saatnya perempuan ikut andil terlibat secara aktif dalam proses politik baik ditingkat lokal maupun ditingkat nasional. Sebagai penduduk mayoritas dinegeri ini sudah saatnya perempuan terlibat secara langsung memperjuangkan isu-isu diatas.

Ironis ketika wajah negeri ini didominasi masih tingginya kekerasan terhadap perempuan, meningkatnya angka kematian ibu dan anak atau tingginya angka putus sekolah dikalangan perempuan. Minimnya perempuan dalam pengambilan kebijakan menunjukkan bahwa perempuan belum menjadi bagian yang penting dalam proses pembangunan di negeri ini.

Yang kedua masih minimnya anggota DPR/DPRD perempuan ini berdampak pada sedikitnya kebijakan yang dihasilkan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan belum lagi masih terdapat anggota DPR/DPRD yang kurang memiliki kesadaran dan sensitivitas terhadap pemenuhan kebutuhan perempuan sehingga mengakibatkan sedikitnya  produk kebijakan yang berpihak pada perempuan.

Terakhir masih minimnya program pendidikan politik untuk perempuan sehingga perempuan masih kurang mendapat akses pendidikan politik. Sudah saatnya perempuan-perempuan yang ada dinegeri ini untuk bisa ikut ambil bagian dalam proses politik, karena hanya perempuanlah yang mampu memahami dan mengerti tentang masalah-masalah keperempuanan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Stelsel Terbuka Pintu Menuju Demokrasi yang Meritokrasi

oleh: Wandyo Supriyatno (Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kab Klaten) Judul tulisan diatas, penulis …

Pemilihan Gembira Tanpa Cedera

oleh: Agus Hasan Hidayat Anggota KPU Kabupaten Kebumen Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Hampir sebulan lalu Komisi Pemilihan …

Translate »
Mengecil dan Memperbesar Huruf
Contrast
Click to listen highlighted text!